Postingan

ujian bahasa inggris

  link video The murder of his father-in-law and the assault on his wife occurred at his rented house in Sumber Tempur Hamlet, Mojokerto, on Wednesday morning. The Police Chief stated that the perpetrator's father-in-law was aware of the assault on Sri Wahyuni, leading him to kill Siti Arafah, his mother-in-law. The first issue was jealousy over his wife, who was considered irresponsible towards her family. The third was economic issues, indicating that there appeared to be an economic disparity between the victim's wife and husband within the family. The suspect cried several times while recounting his marital life. He admitted that he had long known about his wife's affair but chose to remain silent until his emotions escalated. He stated that he had always felt unappreciated as a husband. #Persecutor's Perspective: Even if the perpetrator felt hurt or was involved in economic problems, Islam strictly forbids resolving disputes through violence or murder. "And wh...

b. Indonesia

Gambar
 

pai

  link video Dalam pandangan Islam, kasus tragis di Mojokerto ini merupakan bentuk nyata dari hilangnya kendali diri akibat tekanan duniawi yang berujung pada dosa besar. Berikut adalah tinjauan terhadap ketiga pihak berdasarkan dalil Al-Qur'an dan Hadis: 1. Sudut Pandang terhadap Pelaku (Suami) Meskipun pelaku merasa sakit hati atau terhimpit masalah ekonomi, Islam melarang keras penyelesaian masalah melalui kekerasan atau pembunuhan. * Dosa Besar Membunuh: Pembunuhan jiwa tanpa alasan yang dibenarkan adalah salah satu dosa paling besar. "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar." (QS. Al-Isra: 33). * Hukuman Dunia dan Akhirat: Pelaku terancam azab yang pedih jika tidak bertaubat nasuha. "Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya..." (QS. An-Nisa: 93). * Gagalnya Menahan Amarah: Islam mengajarka...

UAS B. Indonesia dan PAI

Gambar
 

b. Indonesia

  Link video Jadilah orang yang selalu ingat akhirat, tetapi tidak lupa terhadap dunia. Selalulah berbuat baik meski perbuatan baik kita dibalas dengan tidak baik. Kebaikan kita tidak harus dibalas oleh orang itu, tetapi bisa dari orang lain. Jadilah orang yang selalu bersyukur terhadap apa yang Allah berikan karena rasa tidak bersyukur itu bisa merusak alam dan Allah sangat tidak menyukai orang yang membuat kerusakan di bumi. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَا بْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّا رَ الْاٰ خِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَ حْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَا دَ فِى الْاَ رْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ wabtaghi fiimaaa aataakallohud-daarol-aakhirota wa laa tangsa nashiibaka minad-dun-yaa wa ahsing kamaaa ahsanallohu ilaika wa laa tabghil-fasaada fil-ardh, innalloha laa yuhibbul-mufsidiin "Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah...

ski

 1. Tahun 1912 adalah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam dibumi Nusantara. Yaitu dengan cara berfikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam, untuk kembali hidup menurut tuntunan …. D. Al-Qur’an dan Al-Hadist 2. Selain sebagai seorang ulama yang mumpuni di berbagai bidang ilmu pengetahuan, Syaikh Hasyim Asy’ari juga seorang aktifis pergerakan atau organisasi. Dan salah satu bukti peran aktifitasnya di pergerakan adalah .... B. mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama 3. KH. Hasyim Asy’ari menyerukan resolusi jihad dan memfatwakan jihad yang saat ini dikenal dengan Hari Santri Nasional pada .… B. 22 Oktober 1945 4. Dibawah ini yang merupakan hikmah/keteladanan yang dapat diambil dari KH. Hasyim ‘Asyari adalah .... A. kerja keras dan pantang menyerah 5. KH. M. Hasyim Asya’ari ketika di Mekkah, berguru kepada seorang Ulama’ asal Pacitan yang tinggal di Mekkah, siapakah Ulama’ yang di maksud .... A. Syaikh Mafudz at-Tarmasi 6. Siapakah nama ayah dari KH. M. Hasyim Asya’ari? A....

pai

link video analisis  1. Kasus Siswa Mengolok-olok Guru & Mengacungkan Jari Tengah (Purwakarta, April 2026)  Kasus ini baru saja viral dan melibatkan sembilan siswa kelas XI IPS di sebuah SMA di Purwakarta.  * Kejadian: Sejumlah siswa terekam [menertawakan, mengejek, hingga mengacungkan gestur jari tengah] kepada seorang guru perempuan setelah jam pelajaran berakhir.  * Analisis Islam: Rasulullah SAW bersabda, "Bukan termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua" (HR. Tirmidzi). Mengolok-olok guru (apalagi dengan gestur jari tengah) adalah bentuk kesombongan yang dapat menutup pintu keberkahan ilmu.  link video kejadian 2. Kasus Pengeroyokan Guru SMK oleh Murid (Jambi, Januari 2026) Insiden serius ini terjadi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, di mana seorang guru bernama Agus Saputra menjadi korban kekerasan fisik oleh siswanya sendiri.  * Kejadian: Bermula dari teguran guru terhadap siswa yang [mengucapkan ...