Postingan

fikih

 Pengertian Hiwalah 1. Hiwalah secara bahasa artinya pindah. Menurut syara’ adalah memindahkan hak dari tanggungan muhil/ yang hutangnya dipindahkan kepada muhal alaih/ yang menerima hiwalah. Definisi Hiwalah menurut para ulama, antara lain a. Menurut Hanafiah, Hiawalah adalah memindahkan tagihan dari tanggung jawab yang berutang kepada yang lain yang punya tanggung jawab kewajiban pula  b. Menurut Ulama madzhab Syafi’i, hambali dan Malik menyatakan bahwa Hiwalah adalah Pemindahan atau pengalihan hak untuk menuntut pembayaran hutang dari satu pihak ke pihak yang lauin.Jika dipahami bahwa kedua definisi di atas adalah sama , hanya sedikit berbeda pada penekanannya. Kalau madzhab Hanafi pada kewajiban membayar hutang, sedangkan ketiga madzhab lainnya ditekankan pada segi hak menerima pembayaran hutang. 2. Dasar Hukum a. Al Qur’an Dalam surat al baqarah 282 b. HADIS Hadits Rasulullah SAW Pada hadis ini Rasulullah memberitahukan kepada orang yang berpiutang (memberi hutang), jika ...

bk

 Pada hari ini ana merasa kurang semangat ke sekolah karena pagi ini hujan, tetapi ana harus tetap ke sekolah, saat di perjalanan ke sekolah ana melihat- lihat ternyata di sekitar sekolah tidak hujan  Setelah ana sampai disekolah ternyata teman teman ana sudah selesai berbaris dan sedang melakukan senam, lalu ana mengikuti senam, setelah itu kami melakukan sholat dhuha dan breakfast, lalu belajar mapel pertama Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan sampai pada mapel bk

ips

 1. bagaimana tolak ukur kemajuan pembangunan  2. bagaimana pengembangan industri strategis Indonesia  3. bagaimana ciri ciri dari proses pembangunan jawaban:  1. Tolak Ukur Kemajuan Pembangunan Kemajuan pembangunan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan pemerataan. Berikut adalah indikator utamanya: Indeks Pembangunan Manusia (IPM/HDI): Mengukur umur panjang dan hidup sehat (kesehatan), pengetahuan (pendidikan), dan standar hidup layak. Pada tahun 2025, IPM Indonesia dilaporkan mencapai 75,90. Pendapatan Per Kapita: Peningkatan rata-rata pendapatan penduduk (PDB/GNP per kapita). Koefisien Gini (Tingkat Ketimpangan): Semakin kecil koefisien Gini (mendekati nol), semakin rata distribusi pendapatan. Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran: Penurunan angka kemiskinan dan berkurangnya pengangguran. Pertumbuhan Ekonomi: Kinerja PDB, pada tahun 2024 ekonomi Indonesia tumbuh 5,03%. Indeks Kebahagiaan: Kualitas hidup penduduk....

B. Indonesia

Gambar
  Sumber Informasi: Mizanmu, Wikipedia, ResearchGate, thecnologic innovation, basic Entertainment, Carnegie Council

ski

 1. Syaikh Abdur Rauf as-Singkili Nama aslinya adalah Abdur Rauf al-Fansuri yang lahir di kota Singkil. Beliau adalah orang pertama kali yang mengembangkan Tarekat Syattariyah di Indonesia.Sekitar tahun 1640, beliau berangkat ke tanah Arab untuk mempelajari ilmu-ilmu keislaman. Abdur Rauf as-Singkili pernah bermukim di Mekah dan Madinah. Ia mempelajari Tarekat Syattariyah dari gurunya yang bernama Ahmad Qusasi dan Ibrahim al-Qur’ani. Kemudian, Abdur Rauf as-Singkili pernah menjadi Mufti Kerajaan Aceh ketika diperintah oleh Sultanah Safiatuddin Tajul Alam. Abdur Rauf as-Singkili memiliki sekitar 21 karya dalam bentuk kitab-kitab tafsir, hadits, fiqh, dan tasawuf. Beberpa karyanya antara lain sebagai berikut. a. Kitab Tafsir yang berjudul Turjuman al Mustafid (Terjemah Pemberi Faedah), yakni merupakan kitab tafsir pertama yang dihasilkan di Indonesia. b. Umdat al Muhtajin, yaitu karya terpenting yang ditulis oleh Abdur Rauf asSingkili. Buku ini terdiri dari 7 bab yang memuat tentang ...

leadership

 Hasan dan Husein Penghulu Ahli Surga dari Hudzaifah yang menceritakan, “Ibuku bertanya kepadaku, ‘Sejak kapan engkau mengenal Nabi?’ Aku menjawab, ‘Sejak sekian dan sekian.’ Kemudian, dia mencela dan mencemooh ku. Lalu, aku berkata kepadanya, ‘Biarkan aku. Aku akan mendatangi Nabi dan shalat Maghrib bersama beliau. Aku tidak meninggalkan beliau hingga beliau memintakan ampunan untukku dan untukmu.’ Maka, aku mendatangi Nabi Saw. dan shalat Maghrib bersama beliau. Setelah itu, Nabi shalat ‘Isya’ dan kemudian pergi. Aku pun mengikutinya. Tiba-tiba, ada seseorang yang mendatangi beliau. Beliau membisikinya, lalu orang itu pergi. Aku terus mengikuti beliau, hingga beliau mendengar suaraku. ‘Siapa itu?’ tanya beliau. ‘Hudzaifah,’ jawabku. ‘Ada apa denganmu?’ Nabi kembali bertanya. Aku pun menceritakan masalahku. Lalu beliau berkata, ‘Semoga Allah mengampuni dan ibumu.’ Setelah itu, beliau bersabda, ‘Tahukah kamu siapa yang mendatangiku tadi?’ ‘Tidak,’ jawabku. Beliau berkata ‘Dia adala...

pai

  link video