leadership

 Khutbah Pertama ‘Utsman r.a.

Ketika dibaiat sebagai khalifah, ‘Utsman r.a. berdiri di hadapan orang banyak untuk berkhutbah, “Ammâ ba‘du. Sungguh, aku telah diberikan beban dan aku pun menerimanya. Ingatlah, sesungguhnya aku hanya akan mengikuti, tidak akan membuat hal baru. Ingatlah, sesungguhnya bagi kalian ada tiga hal yang harus aku lakukan setelah memenuhi tuntutan Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya, yaitu mengikuti orang-orang sebelumku dalam perkataan yang kalian sepakati dan telah dibiasakan oleh kalian; melaksanakan sunnah orang-orang baik yang biasa mereka lakukan bersama; melindungi kalian, kecuali jika kalian melakukan hal yang mengundang hukuman. Sungguh, dunia itu indah dan menggoda manusia. Telah banyak orang yang cenderung kepadanya. Maka, janganlah kalian cenderung kepada dunia. Jangan pula kalian percaya kepadanya. Sebab, dunia itu tidak dapat dipercaya. Ingatlah, dunia tidak akan meninggalkan, kecuali orang yang mau meninggalkannya.”

Surat ‘Utsman r.a. kepada para Gubernurnya Surat pertama yang ‘Utsman r.a. kirimkan kepada para gubernurnya adalah: “Ammâ ba‘du. Sesungguhnya Allah memerintahkan para imam untuk menjadi pemimpin, bukan menjadi penarik pajak. Sungguh, orang-orang terdahulu dari umat ini pun diciptakan sebagai pemimpin. Mereka tidak diciptakan sebagai penarik pajak. Sesungguhnya para imam kalian hampir menjadi penarik pajak, bukan menjadi pemimpin. Jika hal itu terjadi, terputuslah rasa malu, sifat amanah, dan kesetiaan. Ingatlah, perilaku paling adil adalah ketika kalian memperhatikan urusan dan kewajiban kaum Muslim, lalu memberikan hak mereka, dan menuntut mereka untuk melaksanakan kewajiban mereka. Kemudian hendaknya kalian adil terhadap ahli dzimmah dengan memberikan hak mereka dan menuntut mereka untuk melaksanakan kewajiban mereka. Dan, terhadap musuh yang hendak kalian serang, taklukkan lah mereka dengan penuh kesetiaan.” Sumber Segala Keburukan

Utsman r.a. berkata, “Jauhilah khamar oleh kalian. Sebab, ia adalah sumber dari segala keburukan. Pernah ada seorang lelaki ahli ibadah yang hidup sebelum kalian. Lalu, seorang wanita jahat tertarik kepadanya. Wanita terse-but mengirim budak perempuannya kepada lelaki itu. Dia mengatakan, ‘Sesungguhnya tuanku memanggilmu untuk melakukan kesaksian.’ Lelaki itu pun pergi bersama budak perempuan tersebut. Setiap kali mereka memasuki pintu, budak perempuan tersebut mengunci pintu itu. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang wanita cantik. Di sampingnya ada seorang anak dan satu wadah besar khamar.

Wanita itu berkata, ‘Demi Allah, aku memintamu ke sini bukanlah untuk melakukan kesaksian, tetapi agar kamu menyetubuhiku, meminum segelas khamar, atau membunuh anak ini.’ Lelaki itu berkata, ‘Berikan saja aku segelas khamar.’

Wanita cantik itu pun memberinya segelas khamar. Lalu, lelaki itu kembali berkata, ‘Tambahkan lagi.’ Tidak lama kemudian lelaki itu mabuk, menyetubuhi wanita itu, dan membunuh anak tersebut. Karena itu, jauhilah khamar oleh kalian. Demi Allah, sungguh keimanan dan kecanduan khamar tidak akan bersatu sampai salah satunya saling menghilangkan yang lain.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OVK