leadership

 Wafatnya Khalifah Utsman bin Affan terjadi pada tahun 35 Hijriah (sekitar 656 Masehi) setelah pengepungan di rumahnya di Madinah. Peristiwa tragis ini, yang dikenal sebagai al-fitnah al-ula (fitnah pertama) atau al-fitnah al-kubra (fitnah besar), merupakan puncak dari ketegangan politik dan fitnah yang disebarkan oleh kelompok pemberontak. 

Berikut adalah kronologi wafatnya Utsman bin Affan:

Latar Belakang

Konflik bermula dari hasutan yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba', seorang Yahudi dari Yaman yang berpura-pura masuk Islam. Ia menyebarkan isu dan tuduhan palsu, termasuk nepotisme dalam penunjukan pejabat gubernur oleh Utsman, untuk memecah belah umat dan menciptakan ketidakpuasan. Hasutan ini berhasil memprovokasi sekelompok orang dari Mesir, Kufah, dan Bashrah. 

Awal Protes dan Pengepungan

Kedatangan Pengunjuk Rasa: Sekitar 600 orang dari Mesir datang ke Madinah untuk memprotes kebijakan Utsman. Mereka kemudian bergabung dengan kelompok dari wilayah lain.

Dialog dan Surat Palsu: Utsman bin Affan sempat berdialog dengan para pengunjuk rasa dan berhasil meredakan ketegangan, membuat mereka puas dan memutuskan untuk kembali ke daerah asal masing-masing.

Fitnah Surat Palsu: Di tengah perjalanan pulang, para pemberontak dicegat dan ditunjukkan sebuah surat palsu yang dicap dengan stempel Utsman. Isi surat itu memerintahkan gubernur di Mesir untuk menghukum mati para pemimpin kelompok protes ketika mereka kembali. Marah karena merasa dikhianati, para pemberontak kembali ke Madinah dengan jumlah yang lebih besar. 

Puncak Pengepungan dan Pembunuhan

Pengepungan Rumah Utsman: Para pemberontak mengepung rumah Khalifah Utsman bin Affan selama beberapa hari (beberapa riwayat menyebutkan 40 hari). Selama pengepungan, Utsman menolak untuk menggunakan kekerasan terhadap sesama Muslim dan memerintahkan para sahabat serta kerabatnya yang ingin membelanya (termasuk Hasan dan Husain bin Ali) untuk tidak mengangkat senjata.

Penyerbuan: Menjelang akhir pengepungan, setelah berita palsu menyebar bahwa bala bantuan untuk Utsman sedang dalam perjalanan, para pemberontak memutuskan untuk segera menyerbu rumah Utsman. Mereka memanjat tembok belakang rumah dan masuk secara paksa.

Detik-detik Wafat: Para pemberontak menemukan Utsman yang saat itu sudah berusia lanjut sedang membaca Al-Qur'an (Surat Hud). Salah seorang pemberontak, Kinanah bin Bisyr at-Tujibi, menyerang dan melukai kepala Utsman. Pemberontak lain kemudian ikut menyerang dan membunuh Khalifah Utsman bin Affan secara brutal. Istri Utsman, Nailah, berusaha melindungi suaminya namun tangannya terluka dan perhiasannya dirampas. 

Utsman bin Affan wafat sebagai syahid pada hari Jumat, 18 Dzulhijjah 35 H, saat menjalankan ibadah puasa dan membaca Al-Qur'an. Peristiwa pembunuhan ini menjadi salah satu tragedi terbesar dalam sejarah Islam dan memicu perpecahan serta konflik internal yang lebih besar di masa selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OVK