Al Qur'an dan hadits

 1. asbabun nuzul dan kandungan ayat dari surah Abasa 1-10

jawaban: asbabun nuzul 

Beberapa ulama mengatakan surah ini turun menyangkut sikap Nabi Saw. kepada 'Abdullah Ibn Ummi Maktüm, ketika Nabi Muhammad Saw.sedang sibuk menjelaskan Islam kepada tokoh-tokoh musyrikin Makkah, salah satunya adalah Al-Walid Ibn Al-Mugirah. Beliau berharap ajakannya dapat menyentuh hati dan pikiran mereka sehingga mereka memeluk Islam, diharapkan akan membawa dampak positif bagi perkembangan dakwah Islam. Saat itulah datang 'Abdullah Ibn Ummi Maktüm yang rupanya tidak mengetahui kesibukan Nabi Saw.. karena kebutaannya, lalu menyela pembicaraan Nabi Saw. memohon agar diajarkan kepadanya tentang Islam. Ini dilakukannya berkali-kali. sehingga tidak berkenan di hati Nabi Saw, namun beliau tidak menegur apalagi menghardiknya, hanya saja nampak pada air muka beliau rasa tidak senang, maka turunlah ayat di atas untuk menegur beliau.

kandungan:

Dalam QS. „Abasa (80): 1-10 ini, Allah Swt. memerintahkan Nabi Saw. agar tidak berpaling dari orang yang ingin membersihkan jiwanya, membersihkan diri dari akhlak tercela, dan ingin mendapatkan pengajaran, kemudian tidak terlalu berharap kepada para pemuka Quraisy akan keislamannya, Allah lah yang akan memberikan petunjuk bagi yang dikehendaki-Nya.

Kewajiban kita adalah mendidik kaum muslimin, terutama bagi yang menginginkan pengetahuan dan pengajaran. Ayat-ayat di atas mengajari kita akan pentingnya kepedulian terhadap sesama muslim dan menebarkan ilmu keislaman kepada mereka. 

QS. „Abasa (80): 1-10 mengandung beberapa hal yang terkait dengan etika pengajaran, antara lain sebagai mu‟min: (1) wajib mengenali orang yang membutuhkan bantuan, (2) memberikan pelayanan yang proporsional dan profesional, (3) pelayanan yang diberikan harus dengan niat yang ikhlas dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt.

2. asbabun nuzul dan kandungan ayat dari surah Al Mujadalah ayat 11

jawaban: asbabun nuzul 

Rasulullah Saw.biasa memberikan tempat khusus kepada para sahabat ahli badar. Suatu hari, ketika majlis sedang berlangsung, datang beberapa sahabat ahli badar. lalu mengucapkan salam kepada Rasulullah Saw dan beliau menjawabnya. Mereka mengucapkan salam kepada orang-orang di majelis itu dan mereka menjawabnya pula, namun tidak ada yang beranjak dari tempat duduknya sehingga para ahli badar itu berdiri. Rasulullahpun memerintahkan kepada sahabat-sahabatnya yang tidak ikut perang badar, untuk mengambil tempat lain agar para ahli badar bisa duduk di dekat beliau. Orang-orang munafik memanfaatkan kesempatan itu dengan menuduh Rasulullah Saw. tidak adil. "Katanya Muhammad berlaku adil, ternyata tidak." Mereka bermaksud memecah belah para sahabat. Ketika tuduhan itu sampai di telinga Rasulullah Saw., beliau menjelaskan bahwa siapa yang memberi kelapangan untuk saudaranya, ia akan mendapatkan rahmat Allah. Para sahabat menyambut seruan Rasulullah itu dan turunlah Surat Al-Mujadalah ayat 11.

kandungan:

Ayat ini Allah memerintahkan kaum muslim untuk melakukan perbuatan yang menguatkan persaudaraan, menumbuhkan empati dan kepedulian sosial, antara lain dengan memberikan tempat kepada orang lain, terutama saat mencari ilmu, memberi kelapangan, usaha mencari kebajikan dan kebaikan, berusaha menyenangkan hati orang lain, memberi pertolongan, dan sebagainya termasuk yang dianjurkan Rasulullah Saw.

Berdasarkan QS. Al-Mujadilah (58): 11, para ulama berpendapat bahwa orang orang yang hadir dalam suatu majelis hendaknya mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam majelis itu, antara lain: Saling menghormati, datang pada waktunya, selalu menjaga suasana yang baik, menjaga persaudaraan, saling bertenggang rasa, bagi yang lebih dahulu datang, hendaknya memenuhi tempat di depan, bagi orang yang terlambat datang, hendaknya menerima dengan lapang. Selanjutnya dijelaskan bahwa Allah Swt. akan mengangkat derajat orang yang beriman, taat dan patuh kepada-Nya, melaksanakan perintah-Nya, menjauhi laranganNya, berusaha menciptakan suasana damai, aman, dan tenteram dalam masyarakat, juga orang-orang berilmu yang menggunakan ilmunya untuk menegakkan kalimat Allah. Dari ayat ini dipahami bahwa orang-orang yang mempunyai derajat yang paling tinggi di sisi Allah ialah orang yang beriman dan berilmu yang diamalkan sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OVK