ipa

 Isu isu lingkungan 

A. Kesehatan Lingkungan di 

Indonesia Pandemi Covid-19 telah menyadarkan kita semua bahwa penyebaran suatu penyakit tidak boleh dianggap hal sepele. Sampai dengan bulan November 2020, lebih dari 60 juta jiwa telah terpapar virus ini. 

1. Penyebaran Penyakit

Penyakit dan kesehatan manusia ditentukan oleh faktor lingkungan. Penyakit berbasis lingkungan adalah kelainan yang terjadi pada tubuh manusia yang diakibatkan oleh interaksi antara manusia dengan segala sesuatu di sekitarnya yang memiliki potensi penyakit. Penyakit berbasis lingkungan merupakan salah satu permasalahan serius di Indonesia sampai saat ini. Kita dapat dengan mudah menemukan penyakit berbasis lingkungan karena selalu menempati urutan 10 besar penyakit di puskesmas. Misalnya saja penyakit seperti diare dan ISPA masih banyak diderita masyarakat Indonesia. pada umumnya terdapat hubungan antara kualitas kesehatan lingkungan dengan terjadinya penyakit berbasis lingkungan. Lingkungan dapat berperan sebagai sumber penyakit, penunjang, bahkan media transmisi penyakit yang dapat memperberat penyakit yang telah ada. Ketersediaan air bersih, sanitasi lingkungan, pengelolaan sampah, pola hidup, dan vektor penyakit adalah faktor yang menunjang terjadinya penyakit berbasis lingkungan.

2. Ketersediaan Air Bersih

Air merupakan kebutuhan bagi semua mahluk hidup termasuk manusia. Air digunakan dalam metabolisme tubuh mahluk hidup. Tanpa air maka tidak ada kehidupan. Namun demikian, tidak semua air layak untuk kesehatan manusia. Air minum yang aman (layak) bagi kesehatan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 adalah air minum yang memenuhi persyaratan secara fisik, mikrobiologis, kimia, dan radioaktif. Secara fisik, air yang layak minum tidak berbau, berasa, dan berwarna. Secara biologis, air yang layak minum tidak mengandung mikroba yang merugikan kesehatan manusia. Secara kimiawi, air yang layak minum tidak mengandung bahan kimia yang mengancam kesehatan. Secara radioaktif, tentu saja tidak mengandung zat radioaktif yang tidak melebihi kadar tertentu. Setiap rumah tangga harus memiliki akses terhadap air bersih yang layak minum. Kebutuhan air layak minum tidak hanya dilihat dari kuantitasnya saja melainkan juga harus ditinjau dari segi kualitasnya juga. Sumber air minum yang layak harus berjarak minimal 10 meter dari tempat penampungan kotoran/sampah/limbah. Selain itu tentu saja memenuhi kriteria secara fisik, biologis, kimia, dan radioaktif.

3. Pembuangan Sampah

Sampah merupakan zat sisa yang tidak diinginkan dari suatu proses kegiatan. Sampah dapat menjadi masalah jika dibiarkan begitu saja karena mengganggu estetika, kesehatan, bencana, dan mengganggu ekosistem. Pengelolaan sampah erat kaitannya dengan sanitasi lingkungan. Sanitasi yang baik dapat mendukung kesehatan lingkungan sehingga dapat mendukung kesehatan masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut. Perilaku masyarakat Indonesia dalam membuang sampah masih tergolong tidak baik. Sampah masih dengan mudah ditemukan berserakan di berbagai tempat. Banyak bencana terutama banjir diakibatkan oleh tersumbatnya aliran air oleh sampah. 

B. Pemanasan Global

Pernahkah kalian menggunakan jas hujan di saat terik matahari? Pakailah jas hujan saat terik matahari di lapangan sekolah. Apa perbedaan yang dapat kalian rasakan saat menggunakan jas hujan dengan tidak menggunakan jas hujan.

1. Penyebab dan Dampak Pemanasan 

Global Suhu rata-rata bumi telah meningkat dalam kurun waktu 100 tahun terakhir. Data NASA menunjukkan bahwa tahun 2016 merupakan tahun terhangat yang pernah tercatat. Sedangkan tahun 2019 adalah tahun kedua terhangat yang pernah tercatat. peningkatan suhu bumi terus meningkat selama 100 tahun terakhir. 

Kenaikan suhu rata-rata bumi ini dikenal dengan istilah pemanasan global atau efek rumah kaca. Pemanasan global erat kaitannya dengan perubahan iklim dunia. 

Pemanasan global terjadi akibat aktivitas manusia yang menghasilkan gas buangan seperti karbondioksida (CO2), nitrogen oksida (NO3), sulfur oksida (SO4) dan metana (CH4). Gas buangan ini dihasilkan dari berbagai aktivitas terutama pembakaran bahan bakar fosil dan industri. Gasgas ini terakumulasi di atmosfer yang menyebabkan energi matahari terperangkap di bumi dan tidak dapat dipantulkan ke luar angkasa lagi. Akibatnya suhu bumi akan meningkat.

Terjadinya pemanasan global juga diperparah oleh kerusakan hutan (deforestasi) dan menipisnya lapisan ozon. Hutan memiliki fungsi untuk menyerap karbondioksida sehingga jika rusak maka perannya semakin berkurang dan karbondioksida masih banyak terdapat di atmosfer. Menipisnya lapisan ozon menyebabkan semakin banyaknya energi matahari yang masuk ke bumi.

Telah banyak dampak yang terjadi akibat pemanasan global. Pemanasan global berpengaruh terhadap perubahan iklim dunia. Pemanasan global menyebabkan kenaikan air laut karena daratan es di kutub mencair, meningkatnya kejadian bencana, musim kering berkepanjangan, cuaca ekstrim, dan mewabahnya penyakit tertentu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bk