akidah akhlak

 1. Apa pengertian qadha dan qadar secara istilah?

Jawaban : Secara istilah qadha adalah ketetapan, ketentuan dan keputusan Allah Swt. dari sejak zaman azali atas segala sesuatu yang berkaitan dengan iradah atau kehendak-Nya, baik itu kebaikan dan keburukan, hidup dan mati. 

Qadar secara istilah adalah aturan atau ukuran yang diciptakan oleh Allah Swt. sebagai perwujudan ketetapan (qadha) terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan makhluk-Nya yang telah ada sejak zaman Azali dan pastinya sesuai dengan iradah-Nya.


2. Apakah takdir itu?

Jawaban : Takdir adalah peraduan/ gabungan antara qadha’ dan qadar. Takdir merupakan ketetapan dan keputusan Allah Swt. terhadap manusia atau makhluk Allah Swt. lainnya sesuai kadar atau ukurannya masing-masing.


3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam takdir!

Jawaban : 1. Takdir Mubram, yaitu yang tidak dapat dibantah dan di tawar-tawar oleh manusia.Takdir mubram sifatnya paten (sudah baku) sehingga manusia tinggal menunggu dan menjalankan saat takdir itu datang. 

2. Takdir Mua’llaq, yaitu takdir yang masih dapat diusahakan oleh manusia.Takdir mu’allaq sifatnya fleksibel (belum baku alias masih dapat diusahakan) sehingga manusia dapat merubah takdir (nasib)nya.


4. Tulis QS. al-Hadid ayat 22 beserta artinya tentang beriman kepada qadha dan qadar!

Jawaban : Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَ رْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَ هَا ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ 

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah"

(QS. Al-Hadid 57: Ayat 22)


5. Apa makna yang terkandung dalam QS. ar-Ra’du ayat 11 tentang qadha dan qadar?

Jawaban : Maksud ayat di atas adalah takdir manusia dapat diusahakan oleh manusia itu sendiri. Manusia yang usaha (ikhtiar)nya bagus biasanya takdirnya bagus. Berarti untuk menjadi bagus (berhasil hidup) perlu adanya usaha yang dilakukan.


6. Mengapa manusia wajib mempercayai adanya takdir?

Jawaban : Karena percaya pada takdir (qadha dan qadar) adalah rukun iman yang keenam. 


7. Tulislah 1 (satu) contoh takdir muallaq yang terjadi dalam fenomena kehidupan!

Jawaban : Seseorang yang awalnya bodoh/tidak terampil menjadi pintar dan terampil karena ia giat belajar dan berlatih.

 

8. Apa maksud dari ikhtiar dan tawakal dalam perilaku beriman kepada qadha dan qadar?

Jawaban :Ikhtiar: Berusaha atau berikhtiar bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuan atau mengubah keadaan (seperti belajar, bekerja) karena takdir muallaq dapat diubah dengan usaha.

Tawakal: Berserah diri kepada Allah SWT atas hasil usaha yang telah dilakukan, yakin bahwa hasil tersebut adalah yang terbaik menurut ketetapan-Nya. 


9. Apa maksud sabar dan syukur dalam perilaku beriman kepada qadha dan qadar?

Jawaban: Sabar: Menerima dengan lapang dada dan tidak mengeluh saat tertimpa musibah atau ketika hasil yang didapat tidak sesuai harapan (takdir mubram/muallaq).

Syukur: Berterima kasih kepada Allah atas segala nikmat dan keberhasilan yang dicapai, serta menyadari bahwa semua berasal dari ketetapan-Nya. 


10. Sebutkan perilaku beriman kepada qadha dan qadar!

Jawaban : Giat berusaha (ikhtiar) dan tidak mudah putus asa. Bertawakal kepada Allah setelah berikhtiar. Bersikap sabar saat menghadapi ujian/musibah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bk