ski

 1. Tahun 1912 adalah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam dibumi Nusantara. Yaitu dengan cara berfikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam, untuk kembali hidup menurut tuntunan ….

D. Al-Qur’an dan Al-Hadist


2. Selain sebagai seorang ulama yang mumpuni di berbagai bidang ilmu pengetahuan, Syaikh Hasyim Asy’ari juga seorang aktifis pergerakan atau organisasi. Dan salah satu bukti peran aktifitasnya di pergerakan adalah ....

B. mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama


3. KH. Hasyim Asy’ari menyerukan resolusi jihad dan memfatwakan jihad yang saat ini dikenal dengan Hari Santri Nasional pada .…

B. 22 Oktober 1945


4. Dibawah ini yang merupakan hikmah/keteladanan yang dapat diambil dari KH. Hasyim ‘Asyari adalah ....

A. kerja keras dan pantang menyerah


5. KH. M. Hasyim Asya’ari ketika di Mekkah, berguru kepada seorang Ulama’ asal Pacitan yang tinggal di Mekkah, siapakah Ulama’ yang di maksud ....

A. Syaikh Mafudz at-Tarmasi


6. Siapakah nama ayah dari KH. M. Hasyim Asya’ari?

A. Kiayi Asyari 


7. KH. M. Hasyim Asya’ari mendapatkan Ijazah Sanad (mata rantai) keilmuan langsung gurunya yang bernama Syaikh Mafudz at-Tarmasi ketika belajar di Mekkah. keilmuan apakah yang dimaksud?

A. Sahih Bukhari


8. Kisah perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, telah diangkat menjadi sebuah Film layar lebar. Judul film tersebut ....

C. Sang Pencerah


9. Muhammadiyah mempunyai peranan yang sangat penting dalam dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu bukti Peran Muhammadiyah terhadap masyarakat dalam bidang 

Pendidikan saat ini adalah ….

A. UMS


10. 10.KH. Ahmad Dahlan merupakan salah satu tokoh Muhammadiyah sekaligus pendiri sebagai pendiri. KH. Ahmad Dahlan lahir di ....

D. Yogjakarta


1. Bagaimana reaksi penjajah Belanda mengetahui kiprah KH. Ahmad Dahlan dalam pergerakan Muhammadiyah?

Reaksi Penjajah Belanda: Awalnya, Belanda menaruh curiga karena gerakan pendidikan dan sosial Muhammadiyah dianggap bisa membangkitkan kesadaran nasional. Namun, karena strategi KH. Ahmad Dahlan yang cenderung kooperatif (tidak mengangkat senjata secara langsung) dan fokus pada pendidikan medis serta sosial, pemerintah Hindia Belanda akhirnya mengakui Muhammadiyah sebagai badan hukum resmi pada tahun 1914. Mereka melihat gerakan ini sebagai mitra dalam memajukan kesejahteraan masyarakat, meski tetap melakukan pengawasan ketat.


2. Kehidupan dan perjuangan KH. Ahmad Dahlan sudah diangkat dalam bentuk film. Apa judul dari film tersebut?

 Judul Film: Kehidupan perjuangan beliau diangkat dalam film berjudul Sang Pencerah (2010), yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. 


3. Apa gelar yang disandang oleh KH. Hasyim Asy’ari yang tidak diberikan kepada penerusnya di Nahdlatul Ulama?

Gelar KH. Hasyim Asy’ari: Gelar tersebut adalah Rais Akbar. Setelah beliau wafat, pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama tidak lagi menggunakan istilah "Rais Akbar" sebagai bentuk penghormatan, melainkan diganti menjadi Rais Aam.


4. Sebutkan peran organisasi NU dan Muhammadiyah terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara?

Peran NU dan Muhammadiyah:

   * Bermasyarakat: Keduanya aktif dalam dakwah, layanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Muhammadiyah menonjol dengan jaringan rumah sakit dan panti asuhannya, sementara NU kuat dalam menjaga tradisi lokal dan harmoni sosial melalui pesantren.

      * Berbangsa: Menjadi pilar moderasi beragama (wasathiyah) yang menjaga persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya.

      * Bernegara: Keduanya memiliki andil besar dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan, serta aktif memberikan masukan moral dan kebijakan kepada pemerintah untuk menjaga keutuhan NKRI.


5. Bagaimana sikapmu terhadap perbedaan ‘amaliyah (praktik) keagamaan antara NU dan Muhammadiyah

Sikap Terhadap Perbedaan: Sikap yang paling tepat adalah Tasamuh (toleransi) dan saling menghormati (mutual respect). Perbedaan furu'iyah (masalah cabang ibadah) seperti jumlah rakaat tarawih atau doa qunut adalah hal yang wajar dalam ijtihad hukum Islam. Sebaiknya kita fokus pada persamaan sebagai sesama Muslim dan warga negara untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bk